<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS Parahyangan Post - Jembatan Ilmu & Iman</title> 
				<description>Parahyangan Post - Jembatan Ilmu & Iman</description>
				<link>http://parahyangan-post.com/index.php</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Sebanyak 122 Hektare Lahan Ganja Dimusnahkan, BNN dan Polri Putus Ratai Pasok Narkotika</title>
						                <link>https://parahyangan-post.com/berita/detail/sebanyak-122-hektare-lahan-ganja-dimusnahkan-bnn-dan-polri-putus-ratai-pasok-narkotika</link>
						                <description>ACEH - Parahyangan Post - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menggencarkan pemberantasan peredaran gelap narkotika melalui operasi terpadu di sejumlah wilayah. Upaya tersebut diwujudkan melalui sinergi BNN Pusat bersama BNN Provinsi Aceh dengan jajaran Polda Aceh, yang berhasil mengungkap dan memusnahkan lahan ganja dengan total luas mencapai ±122,86 hektare.

Dari rangkaian operasi tersebut, petugas mengidentifikasi sekitar 186.450 batang tanaman ganja dengan perkiraan berat basah (bruto) mencapai 93,225 ton. Pemusnahan ini merupakan langkah strategis untuk memutus rantai pasok narkotika sejak dari sumber produksinya sekaligus mencegah hasil panen ganja masuk ke peredaran gelap.

Operasi pemusnahan dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah. Pada 27 Oktober 2026, tim gabungan menemukan dan memusnahkan ladang ganja seluas ±18 hektare di Gampong Teupin Rusep, Kecamatan Sawang, serta mengamankan empat orang tersangka. Selanjutnya, pada 2 November 2026, dilakukan pemusnahan lanjutan di lokasi lain dengan luas sekitar ±25 hektare dan estimasi 37.500 batang tanaman ganja.

Pada 31 Oktober 2026, pemusnahan dilakukan di dua lokasi, yakni Desa Blang Meurande dan wilayah Beutong Ateuh–Benggala, Kecamatan Beutong Ateuh. Petugas memusnahkan ladang ganja dengan total luas sekitar ±77 hektare melalui pembakaran, dengan estimasi 115.500 batang tanaman ganja.

Sementara itu, pada 1 November 2026, penindakan dilakukan di beberapa wilayah lainnya. Di Bener Meriah, petugas mencabut sekitar 600 batang ganja dari lahan seluas ±0,04 hektare. Di wilayah hukum Polres Aceh Besar, pemusnahan dilakukan terhadap sekitar 1.050 batang ganja di lahan seluas ±0,7 hektare. Petugas juga memusnahkan sekitar 3.000 batang ganja di lahan seluas ±2 hektare di Desa Blang Pandak, Kecamatan Tangse. Adapun di wilayah hukum Polres Aceh Timur, petugas mengamankan barang bukti dari lahan seluas ±0,12 hektare yang diperkirakan ditanami 1.800 batang ganja.

Rangkaian operasi ini menegaskan komitmen BNN dan Polri dalam memberantas narkotika dengan menyasar sumber produksi, tidak hanya peredaran di tingkat hilir. Sinergi antara aparat pusat dan daerah juga menjadi langkah penting untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

BNN bersama Polri mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penanaman, produksi, maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitarnya. Masyarakat dapat menyampaikan informasi atau pengaduan melalui Call Center BNN 184 yang siap melayani selama 24 jam setiap hari. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya bersama mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba. - (rd/pp)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Belajar dari Sukoharjo: Menjembatani Pesantren dan Aparat dengan Jalan Imam Syafii</title>
						                <link>https://parahyangan-post.com/berita/detail/belajar-dari-sukoharjo-menjembatani-pesantren-dan-aparat-dengan-jalan-imam-syafii</link>
						                <description>Dalam sepekan terakhir, ruang publik kita riuh oleh kabar penggeledahan sebuah pesantren di Sukoharjo, Jawa Tengah. Beragam reaksi bermunculan, di tengah  kondisi saat ini, ada baiknya kita menengok warisan pemikiran Imam Syafi’i, ulama besar yang mazhabnya dianut mayoritas umat Islam Indonesia, untuk menimbang peristiwa ini dengan jernih.

Kekuasaan adalah amanah perlindungan

Dalam khazanah fikih Syafi’iyah dikenal kaidah tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil mashlahah, “tindakan penguasa terhadap rakyat harus terikat pada kemaslahatan”. Imam as-Suyuthi menyebut kaidah ini berakar dari ucapan Imam Syafi’i bahwa kedudukan penguasa terhadap rakyat ibarat kedudukan wali terhadap anak yatim.

Perumpamaan ini sangat tepat untuk peristiwa Sukoharjo. Seorang wali anak yatim tidak boleh bertindak sesukanya. Setiap langkahnya harus menjaga, bukan melukai. Aparat penegak hukum adalah bagian dari negara yang diberi amanah itu. Ketika yang dihadapi adalah anak-anak perempuan yang sedang tidur di asrama tempat mereka menghafal Al-Qur’an, maka kewajiban menjaga martabat, aurat, dan rasa aman mereka menjadi berlipat ganda. Penggeledahan boleh jadi sah menurut hukum acara, tetapi caranya tetap harus diuji dengan pertanyaan: apakah ini membawa maslahat atau justru mudarat?

Adil kepada semua pihak

Moderasi menuntut kita bersikap adil kepada semua pihak. Peristiwa pembakaran warung yang menjadi pangkal penyelidikan ini tetap perlu diusut hingga terang, siapapun pelakunya, karena merusak harta orang lain, termasuk milik warga non-Muslim yang hidup berdampingan dengan damai, tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Namun perlu diingat, hingga kini tidak ada bukti yang mengaitkan para santriwati dan pengasuh pesantren dengan peristiwa tersebut. Karena itu, mendukung pengungkapan kasus pembakaran dan membela kehormatan pesantren bukanlah dua sikap yang bertentangan. Keduanya justru berjalan seiring dalam bingkai keadilan.

Menghukumi yang tampak, bukan prasangka

Namun mendukung penegakan hukum bukan berarti membenarkan segala cara. Imam Syafi’i dikenal teguh memegang prinsip bahwa hukum dijatuhkan berdasarkan yang tampak dan dapat dibuktikan, sementara urusan yang tersembunyi diserahkan kepada Allah. Beliau menolak vonis yang dibangun di atas dugaan dan kecurigaan.

Prinsip ini sejalan dengan asas praduga tak bersalah dalam hukum kita. Kehadiran seseorang di sebuah lembaga, atau keterkaitan longgar dengan pihak lain, tidak serta-merta menjadikannya bagian dari tindak pidana. Memperlakukan saksi, apalagi anak-anak, layaknya tersangka berbahaya adalah bentuk ketergesaan yang tidak sejalan dengan semangat keadilan yang diajarkan para ulama.

Namun prinsip yang sama juga berlaku sebaliknya. Kita pun tidak boleh menghukumi seluruh institusi kepolisian berdasarkan tindakan sebagian anggotanya. Propam sudah bergerak memeriksa, Polri sudah menyampaikan empati dan terbuka menerima masukan dari berbagai pihak. 

Adab dalam mengkritik

Ada bait syair yang masyhur dinisbatkan kepada Imam Syafi’i: ta’ammadni binushhika fi infiradi, wa jannibnin nashihata fil jama’ah. Nasihatilah aku saat aku sendiri, dan jauhkan nasihat itu dari keramaian, sebab nasihat di depan khalayak adalah bentuk celaan yang tidak ingin aku dengar.

Tentu dalam urusan publik, kritik terhadap lembaga negara wajar disampaikan secara terbuka. Tetapi semangat bait itu tetap relevan: kritik yang bertujuan memperbaiki harus disampaikan dengan adab, melalui jalur yang tepat, tanpa caci maki, tanpa ancaman pengerahan massa, dan tanpa menebar kebencian. Kritik yang memuliakan akan didengar, sedangkan kritik yang menghinakan hanya melahirkan pembelaan diri.

Imam Syafi’i juga dikenal dengan sikap rendah hatinya dalam berbeda pendapat. Ungkapan yang sering dinisbatkan kepadanya berbunyi: pendapatku benar tetapi mungkin salah, pendapat orang lain salah tetapi mungkin benar. Beliau juga disebut pernah berkata bahwa setiap kali berdiskusi, ia berharap kebenaran muncul dari lisan lawan bicaranya.

Inilah modal dialog yang kita butuhkan. Aparat perlu mendengar keluhan pesantren, orang tua, dan para pembela hak anak. Kalangan pesantren pun perlu memahami bahwa aparat bekerja di bawah tekanan untuk mengungkap kejahatan. Kedua pihak harus mau mengakui bahwa kebenaran tidak sepenuhnya berada di satu sisi.

Al Washliyah sebagai penghubung

Imam Syafi’i sendiri adalah tokoh penghubung. Beliau mempertemukan dua arus besar pada masanya, ahlul hadits di Hijaz dan ahlur ra’yi di Irak, lalu merumuskan jalan tengah yang kokoh. Semangat itu pula yang diwarisi Al Jam’iyatul Washliyah. Karena itu, saya memandang peristiwa Sukoharjo harus menjadi momentum, bukan sekadar luka. Beberapa langkah konkret bisa ditempuh: pertama, membentuk forum komunikasi rutin antara kepolisian, pengelola pesantren, Kementerian Agama, dan ormas Islam di daerah; kedua, menyusun pedoman khusus penegakan hukum di lingkungan pesantren, terutama pesantren putri dan yang dihuni anak-anak, dengan kewajiban menghadirkan Polwan dan pendamping; ketiga, menyelesaikan persoalan administrasi pesantren dengan pendekatan pembinaan. Sebab, pesantren dan aparat sesungguhnya punya tujuan yang sama: menjaga anak-anak bangsa tetap aman, berakhlak, dan hidup di bawah naungan hukum yang adil.***()

* Penulis adalah Sekjen PB Al Jam&#39;iyatul Washliyah
</description>
					                </item><item>
						                <title>PB Al Washliyah Tunggu Sikap Tegas Kapolri </title>
						                <link>https://parahyangan-post.com/berita/detail/pb-al-washliyah-tunggu-sikap-tegas-kapolri-</link>
						                <description>MAKKAH AL MUKARROMAH, parahyangan-post.com-- Pengurus Besar Al Jam&#39;iyatul Washliyah (PB Al Washliyah) menunggu sikap tegas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto terhadap kasus penggeledahan pondok pesantren (Ponpes) penghafal Al Qur&#39;an, di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Jika benar melanggar prosedur hukum, maka tindakan tersebut dapat mencederai hati umat Islam, terutama anak-anak penghafal Al Qur&#39;an.

"Al Washliyah menunggu sikap tegas Kapolri tentang kasus itu," pinta Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah, Dr.KH.Masyhuril Khamis, SH,MM, dari Tanah Suci, Senin dinihari 2 November 2026/22 Jumadil Awal 1448 H.

Ketua Umum PB Al Washliyah yang tengah menunaikan ibadah umroh di Makkah Almukarromah, Tanah Suci, Arab Saudi, mengikuti perkembangan informasi di tanah air. Ia menyatakan keprihatinannya, bila hal tersebut benar terjadi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Ia mendesak Kapolri bersikap tegas mengungkap mengungkap kasus yang kini menjadi perhatian publik.

Masyhuril Khamis juga menginstruksi Pengurus Wilayah Al Washliyah Jawa Tengah untuk mengajak masyarakat tenang dan tidak mudah terprovokasi. Ciptakan suasana lingkungan yang kondusif, sehingga pengungkapan kasus penggeledahan rumah penghafal Al Qur&#39;an itu dapat berlangsung transparan. Jika ada yang melanggar prosedur hukum, pimpinan Polri supaya bertindak tegas.

Kepala Devisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, memberi keterangan pers sehubungan kasus tersebut. Lembaga Polri menyampaikan empati kepada para santriwati Pondok Pesantren HQ di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 27 Oktober 2026 lalu, yang terdampak penggeledahan oleh aparat kepolisian gabungan. 

Irjen Isir mengatakan, Polri memahami peristiwa itu menimbulkan rasa takut, tetapi ia memastikan penggeledahan dilakukan dalam rangka penegakan hukum. “Kami menyampaikan empati yang tulus kepada para santri, orang tua, dan seluruh keluarga yang merasa terdampak. Polri menghormati pesantren sebagai lembaga yang membina akhlak dan keilmuan umat. Penegakan hukum tersebut tentu bukan untuk memberikan stigma,” ujar Isir, Minggu (1/11/2026).

Isir menjelaskan, Polri memastikan berbagai keluhan terkait pelaksanaan tindakan tersebut akan didalami secara objektif dan profesional melalui mekanisme yang berlaku.

Jenderal polisi bintang dua ini, mengutip keterangan Polda Jawa Tengah. Isir menyebutkan, penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan kasus pembakaran, ancaman, dan perusakan di Desa Parangjoro, Kabupaten Sukoharjo, pada 12 September 2026.
Dalam perkara itu, penyidik telah mengamankan seorang tersangka berinisial S, dan kemudian melakukan pencarian terhadap seorang lainnya berinisial I yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Terkait keluhan masyarakat mengenai pelaksanaan penggeledahan, Polri memastikan laporan dan informasi yang diterima akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan internal, termasuk oleh fungsi Profesi dan Pengamanan (Propam). 

Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk memberikan perhatian khusus. “Kami mendengar kritik dan keluhan yang disampaikan masyarakat, dan kami memandangnya sebagai bahan perbaikan dan evaluasi. Pendalaman tersebut diperlukan untuk memastikan setiap tahapan tindakan kepolisian dapat dipertanggungjawabkan,” kata Isir.

Pihak pondok pesantren (ponpes) di Dukuh Laban Wetan, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah buka suara soal penggeledahan yang dilakukan oleh polisi baru-baru ini.

Ponpes tersebut digeledah pada Selasa (27/10/2026) dini hari, diduga  terkait kasus pembakaran dan perusakan warung mie babi di tepi sawah, Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol pada September lalu. 

Diyana Indah Sari, Sekretaris Ponpes mengatakan, sebanyak 12 santriwati dan 4 ustazah sempat dibawa ke kantor polisi. “Untuk kronologi kejadiannya, ini berawal dari pukul 03.20 WIB. Pukul 03.51 WIB, para santriwati dibawa ke Polsek Mojolaban untuk diinterogasi. Sekitar pukul 10.00 atau sebelumnya, para santriwati dipindahkan ke Polres Sukoharjo untuk menjalani interogasi lanjutan,” ujar Diyana kepada media, Kamis (29/10/2026). 

Kalangan santriwati dan ustazah itu diperiksa sebagai saksi terkait kasus pembakaran warung mi babi. “Penggerebekan dilakukan karena adanya dugaan bahwa pengurus mahad atau santriwati terlibat dalam pembakaran warung mi babi di Sukoharjo,” ungkap dia. 

Setelah diperiksa, para santriwati dan ustazah dipulangkan karena tidak ditemukan bukti keterlibatan dalam kasus tersebut. Namun dalam beberapa hari ter akhir ini kasus penggeledahan itu mengundang reaksi publik. 

Di tempat berbeda, Ketua Wilayah Al Washliyah Jawa Tengah, KH.Diding Darmudi Ketika dihubungi media menyatakan terus memantau perkembangan kasus penggeledahan santriwati, yang kini menjadi sorotan publik di Sukoharjo, Jawa Tengah.*** (pp-sir)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Anggaran Melejit 1.954 Triliun, Kinerja Bakom RI Dipertanyakan</title>
						                <link>https://parahyangan-post.com/berita/detail/anggaran-melejit-1954-triliun-kinerja-bakom-ri-dipertanyakan</link>
						                <description>JAKARTA - Parahyangan Post - Dua tahun pemerintahan Prabowo Gibran masih dipenuhi gejolak aksi protes hingga demonstrasi yang tak jarang cenderung anarkis. Hal ini tak luput dari perhatian dari komunitas warga Jakarta lintas daerah yang tergabung dalam forum silaturahmi JABANIN (Jakarta Bukan Arena Main Angin), terlebih setelah status Jakarta kembali menjadi ibukota yang tentunya menjadi pusat penentu kebijakan, administrasi sekaligus titik tujuan kritik, saran hingga demonstrasi.

"Merupakan hal yang natural bahwa hampir di setiap perselisihan antar pribadi, kegaduhan antar kelompok hingga aksi protes kepada pemerintah merupakan salah satu bentuk kegagalan berkomunikasi yang tentunya hari ini terkonsentrasi pada alur komunikasi antara pemerintah dan rakyatnya," ujar Azma Nazria juru bicara Jabanin.

Sejak Agustus tahun 2024 Pak Jokowi membuat badan khusus PCO (Public Relation Officer) yang kini transformasinya menjadi Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang bertujuan untuk memperkuat dan merapikan sistem komunikasi strategis pemerintah," lanjutnya.

Menurut data Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Baharkam Polri) yang dirangkum dalam evaluasi 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, tren aksi demonstrasi nasional, yaitu tahun 2024 sejumlah 7.765 aksi, tahun 2025 terdapat 12.242 aksi, hingga September 2026 terdapat 8.506 aksi. Artinya, sampai akhir kuartal ketiga tahun 2026 saja, jumlahnya sudah melampaui total 2024.

"Berdasarkan hasil survei dari 3 lembaga riset yang yang sudah dipublikasi menunjukkan bahwa approval rating, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah mengalami penurunan yang cukup drastis walau masih di atas 50 persen, yaitu Voxpol Center (63,1%), Parameter Politik Indonesia (65,4%), Poltracking (55,3%), bahkan SMRC berani mencatat hasil (44,5%) yang penjelasannya merupakan akibat persepsi buruk terhadap sektor ekonomi, penegakan hukum, serta implementasi program MBG dan KDKMP," paparnya.

Pagu anggaran Bakom yang cukup besar yaitu 22 - 25,37 miliar (tahun 2024 - 2025), 25,37 miliar (tahun 2026) ternyata belum berbanding lurus dengan approval rating yang terus menurun dan kini justru anggaran melonjak drastis hingga mencapai Rp1,954 triliun, naik sekitar 77 kali lipat (8.600%) untuk tahun 2027.

"Sungguh prihatin di era kemudahan berkomunikasi dan sedemikian banyaknya bentuk media sosial, kita melihat pagu anggaran Bakom melonjak drastis karena jika pemerintah sudah bekerja dengan baik tapi tingkat penerimaan dan kepuasan masyarakat terus menurun, harusnya menjadi bahan evaluasi kinerja dan patut dipertanyakan tolok ukur atau indikatornya, bukan justru melejitkan anggaran yang potensi menimbulkan persoalan baru," pungkasnya - (rd/pp)
</description>
					                </item><item>
						                <title> Senator Dailami  Firdaus Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta</title>
						                <link>https://parahyangan-post.com/berita/detail/-senator-dailami--firdaus-tolak-konser-andrea-bocelli-di-jakarta</link>
						                <description>JAKARTA, parahyangan-post.com- Senator Dailami Firdaus menyatakan penolakan terhadap rencana konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 3 November 2026. 

Ia meminta pemerintah pusat (Pempus) dapat bersikap tegas terhadap figur-figur yang dinilai memiliki rekam jejak dukungan terhadap Israel karena hal tersebut tidak sejalan dengan sikap politik luar negeri dan komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih cermat dalam memberikan ruang dan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan figur publik dengan rekam jejak kontroversial terkait konflik Palestina-Israel. Terlebih, Indonesia selama ini secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan menentang segala bentuk penjajahan.

"Sikap pemerintah harus tercermin dalam setiap kebijakan, termasuk ketika memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan konser maupun kegiatan berskala internasional," kata Dailami, Minggu (1/11/2026).

Dailami menjelaskan, persoalan ini tidak bisa semata-mata dilihat dari perspektif pariwisata dan keuntungan ekonomi. Sebab, ada aspek moral, kemanusiaan, serta konsistensi sikap politik Indonesia yang harus menjadi pertimbangan utama.

Berdasarkan informasi penyelenggara, konser bertajuk Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia merupakan rangkaian peringatan 30 tahun album Romanza yang dirilis pada 1997. Selain di Jakarta pada 3 November 2026, konser tersebut telah dijadwalkan berlangsung di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026.

Penyelenggara menyebut Indonesia menjadi satu-satunya lokasi pertunjukan publik Andrea Bocelli di kawasan Asia-Pasifik sepanjang 2026. Konser tersebut diproyeksikan menghadirkan sekitar 7.000 penonton di Borobudur dan 9.000 penonton di Jakarta.

Dari sisi ekonomi, Kementerian Pariwisata bahkan menargetkan rangkaian konser tersebut memberikan dampak ekonomi mencapai 44 juta dolar AS atau sekitar Rp792 miliar. Sementara itu, harga tiket yang ditawarkan berkisar mulai Rp1 juta hingga lebih dari Rp15 juta.

Meski demikian, Dailami mengingatkan bahwa proyeksi keuntungan ekonomi tidak boleh mengesampingkan sensitivitas masyarakat terhadap persoalan Palestina. Terlebih, penyelenggaraan konser di kawasan Candi Borobudur pada 31 Oktober juga diwarnai aksi penolakan dari sejumlah elemen masyarakat.

Dailami menuturkan, kondisi tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah sebelum melanjutkan penyelenggaraan konser di Jakarta. Pemerintah perlu mengedepankan kehati-hatian agar situasi tetap kondusif dan tidak memunculkan polemik yang lebih luas.

Ia menegaskan, jangan sampai kepentingan promosi pariwisata dan ekonomi justru menimbulkan kesan bahwa Indonesia tidak sungguh-sungguh dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.

"Jangan sampai masyarakat Palestina melihat Indonesia sebagai negara yang tidak serius atau tidak sepenuhnya mendukung perjuangan mereka. Selama ini Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang konsisten membela Palestina. Jangan sampai konsistensi dan kepercayaan itu justru dipertanyakan akibat kebijakan yang tidak sensitif terhadap persoalan ini," jelasnya.

Dailami berharap, pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rencana konser di Indonesia dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat, menjaga kondusivitas nasional, serta memastikan setiap kebijakan tetap sejalan dengan prinsip konstitusi dan komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

"Saya meminta semua elemen bangsa Indonesia bisa secara konsisten menunjukkan keberpihakan kepada rakyat Palestina," pungkas Dailami.***(pp/abaoe/sipers) 
</description>
					                </item><item>
						                <title>UMN Al Washliyah Wisuda 983 Sarjana</title>
						                <link>https://parahyangan-post.com/berita/detail/umn-al-washliyah-wisuda-983-sarjana</link>
						                <description>MEDAN, parahyangan-post.com. Pemandangan menarik terlihat dalam wisuda ke 58 Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah di Medan, saat Florince Elprida Simamora melangkah ke depan Rektor untuk prosesi pemindahan tali toga.

Florince adalah satu dari  empat biarawati yang diwisuda.  Putri Maidun Simamora dan Sondang Sihite ini menamatkan studi di Program Studi S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) dengan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dan meraih IPK 3,74.

Pemandangan ini menegaskan bahwa kampus milik ormas Islam tersebut terbuka bagi seluruh anak bangsa. 

983 lulusan 

Wisuda Sarjana, Profesi, dan Magister Angkatan ke-LVIII  UMN Al Washjliyah di Medan, Sabtu (31/10/2026), diikuti 983 wisudawan.

Rektor UMN Al Washliyah, Prof. Dr. H. Firmansyah, M.Si.,  dalam amanahnya, mengingatkan para wisudawan akan persaingan kerja yang kian ketat, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga global. 

Untuk itu ia menitip tiga pesan, pertama, terus belajar. 

”Gelar yang diraih hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses belajar yang sesungguhnya. Karena itu, lulusan tidak boleh berhenti mengembangkan diri,” ujarnya.

Pesan kedua adalah wisudawan harus menjadi pribadi yang adaptif dan inovatif. Mampu  menyesuaikan diri dan menghadirkan gagasan baru menjadi bekal utama di tengah perubahan yang cepat.

”Dan yang ketiga, pesan saya, pegang teguh integritas. Integritaslah yang membuat seseorang dipercaya dan dihormati,” tegasnya.

Sejajar 

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Sumatera Utara, Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M., menilai banyak prestasi yang ditorehkan UMN Al Washliyah di bawah kepemimpinan Rektor saat ini. Di antaranya bertambahnya program studi doktor (S3), bertambahnya jumlah guru besar, serta diraihnya akreditasi Unggul. Ia mengaku bangga karena UMN Al Washliyah kini sejajar dengan perguruan tinggi yang berprestasi di tingkat internasional.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Al Washliyah, Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, M.A., yang hadir mewakili Ketua Umum  merasa bangga karena UMN setara dengan universitas-universitas lain dan telah menjadi universitas unggul. 

Menurutnya, tugas perguruan tinggi adalah melahirkan lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu, lulusan perlu membangun jejaring dan menjalin komunikasi yang baik.

Ia juga mengajak dosen dan alumni untuk menjadi penyampai informasi yang menyejukkan di tengah derasnya arus teknologi informasi. Informasi yang benar dan santun, katanya, dapat merekatkan umat dan mencegah perpecahan bangsa.

Wisuda turut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. H. Saiful Anwar Matondang, Ph.D.,  Anggota DPD RI sekaligus Ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., M.SP., M.H., CIRB, CWC; Bendahara Umum PB Al Washliyah, Drs. H. Rizal Naibaho, M.M.; dan Ketua Bidang Pendidikan PB Al Washliyah, Dr. H. Nirwan Syafrin Manurung, M.A.

Hadir pula Rektor Institut Bisnis dan Teknologi Al Washliyah (IBTA) Sibolga/Tapanuli Tengah, Dr. Mansur Tanjung, S.E., M.M.; Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Prof. Dr. H. Saiful Akhyar Lubis, M.A.; serta para tamu undangan lainnya.***(pp/aboe) 
</description>
					                </item><item>
						                <title>AFI DKI Sukses Menggelar Kejurda 2026</title>
						                <link>https://parahyangan-post.com/berita/detail/afi-dki-sukses-menggelar-kejurda-2026</link>
						                <description>JAKARTA, parahyangan-post.com- Kompetisi sengit Kejuaraan Daerah (Kejurda) Floorball DKI Jakarta 2026 resmi berakhir. Dalam ajang bergengsi ini, klub Jakarta Floorball Academy (JFA) mendominasi dengan meraih 2 medali emas dari 5 kategori yang dipertandingkan. Masing-masing dari  Kelompok Umur (KU) 17 Putra dan Putri.
Ketua Umum Asosiasi Floorball Indonesia (AFI) Pengprov DKI Jakarta, Dr. Misbah Fikrianto, MM., M.Si., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi dan capaian para atlet. Dia  juga menekankan pentingnya legalitas kejuaraan ini bagi masa depan akademis dan karier olahraga para atlet muda.
"Ini adalah event rutin tahunan. Hasilnya membanggakan. Prestasi para atlit floorball DKI semakin meningkat,” ujar Misbah pada saat penutupan di GOR Sunter, Sabtu 31, Oktober 2026.   
Misbah juga  menjelaskan sertifikat atlit yang mengikuti kompetisi ini ditandatangani oleh Asosiasi, KONI DKI dan pihak sekolah.  Kolaborasi tanda tangan tersebut merupakan langkah krusial dalam memberikan jaminan resmi kepada para atlet.

https://www.parahyangan-post.com/berita/detail/kejurda-floorball-dki-pertandingan-final-berlangsung-seru-


"Hal itu penting agar pemerintah maupun asosiasi memberikan legalisasi. Jadi, baik pemerintah maupun asosiasi sama-sama memberikan pengakuan. Khusus untuk KU-13, sertifikat ini sangat penting untuk jalur prestasi pada sistem pendaftaran nilai rapor," tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Misbah memaparkan bahwa Kejurda tahun ini mengemban misi besar sebagai batu loncatan menuju panggung nasional. "Kejurda merupakan persiapan atlet DKI mengikuti Kejurnas yang akan diadakan di Banten akhir Desember 2026. Juga untuk persiapan menghadapi PON NTB/NTT," pungkasnya.
Turnamen berlangsung ketat sejak babak awal hingga partai puncak. JFA berhasil mengawinkan gelar juara di kelas KU-17 setelah tim Putri mereka membekuk TUGASKU dengan skor tipis 1-0, disusul tim Putra JFA yang menang dramatis 5-4 atas IPEKA Tomang. Sementara itu, pada kategori Senior Putra, Jakarta Floorball Club (JFC) tampil digdaya dengan melibas UNJ Senior lewat skor telak 5-1.

Sebelumnya Ketua Panitia Kejurda Floorball DKI Julfikar Setiadi S.Or, M.Or, menjelaskan Kejurda  Floorball DKI  berlangsung selama 3 hari, diikuti sekitar 600 atlit.

"Kompetisi terdiri dari 5 kategori, yakni KU-13 Putera Puteri, KU-17 Putera/ Putri  serta senior putera, yang berasal dari  club dan sekolah,"ujar Julfikar.,

Julfikar juga menambahkan bahwa atlit peserta Kejurda tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Meningkatnya jumlah peserta dan klub, menurut Julfikar, menunjukkan bahwa olah raga floorball semakin diminati masyarakat, terutama kalangan pelajar.***(pp/aboe)  

Berikut adalah rekapitulasi hasil lengkap pertandingan final Kejurda Floorball DKI Jakarta 2026:

Kategori    Pertandingan Final    Skor Akhir
Putri KU-13    Jatnosa vs Kalibas    2 - 1
Putra KU-13    IPEKA Tomang vs TUGASKU    2 - 1
Putri KU-17    JFA vs TUGASKU    1 - 0
Putra KU-17    JFA vs IPEKA Tomang    5 - 4
Senior Putra    JFC vs UNJ D   5 - 1
</description>
					                </item><item>
						                <title>KB PII Wilayah DKI Jakarta Gelar Rakerwil, Momentum Untuk Sinergi dan Evaluasi Organisasi</title>
						                <link>https://parahyangan-post.com/berita/detail/kb-pii-wilayah-dki-jakarta-gelar-rakerwil-momentum-untuk-sinergi-dan-evaluasi-organisasi</link>
						                <description>CIPANAS – Parahyangan Post.com - Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Wilayah DKI Jakarta menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja serta memaparkan program kerja dari masing-masing Pengurus Daerah (PD) di bawah naungan Pengurus Wilayah DKI Jakarta. 

Kegiatan Rakerwil KB PII Wilayah Jakarta, yang digelar di Hotel Sangga Buana, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu, 30 Oktober 2026, dihadiri oleh Amir Hamzah, SE, MN (Ketua KB PII Wilayah DKI Jakarta), Ahmad Sukatmajaya, SE, MM (Wakil Ketua KB PII Wilayah DKI Jakarta), Medy Zalfitri Latief (Ketua Lazisku KB PII Jakarta), serta para Pengurus Wilayah KB PII DKI Jakarta dan para Pengurus Daerah Jakarta Timur, para Pengurus Daerah se-Jakarta dan sekitarnya, anggota serta tamu undangan lainnya. 

Dalam rangkaian pembukaan Rakerwil KB PII Wilayah DKI Jakarta, masing-masing perwakilan Pengurus Daerah se-DKI Jakarta dan sekitarnya yang hadir, menyampaikan pencapaian programnya, inovasi sosial yang telah di-jalankanya, hingga berbagai kendala structural yang dihadapinya di lapangan. 

Dari Jakarta Utara yang di-sampaikan oleh Erizal Elevendi, menyampaikan bahwa Pengurus Daerah KB PII Jakarta Utara aktif memberikan santunan kepada anggotanya, melaksanakan sunatan massal, pembagian bingkisan lebaran yang dilaksanakan oleh bidang sosial.  Disamping itu juga menghidupkan kembali kepengurusan PII Jakarta Utara melalui program training. 

Disisi lain, untuk KB PII Jakarta Utara diakuinya juga masih ada anggota KB PII yang belum tergabung dangan pengurus daerah, masih adanya kesenjangan antara senior dan junior, koordinasi yang belum maksimal, serta keterbatasan SDM yang ada, serta menurunya intensitas pertemuan rutin. 

Sementara itu untuk PB KB PII Jakarta Timur yang di-sampaikan oleh Ketuanya, Mohammad Anthoni menegaskan bahwa sejak Musyawarah Daerah pada 26 Januari 2026, fokus utama diarahkan pada pengutaan keorganisasian dan pendataan anggota aktif, termasuk mendata anggota yang telah wafat, antara lain Almarhumah Kanda Ismiati. 

Untuk kegiatan sosial, PD KB PII Jakarta Timur, mengadakan pengajian berkala, santunan, serta perintisan program belajar Bahasa Inggris yang melibatkan adik-adik PII. 

PD KB PII Jakarta Timur juga sudah mengadakan rapat kerja di Komunitas Ki Suci, Sentul, Bogor, dengan fokus pengelolaan masjid ramah lingkungan dan pengelolaan sampah bekerjasama dengan pakar lingkungan hidup. 

Selain itu PD KB PII Jakarta Timur juga melakukan kunjungan studi ke PKBM di Cilincing yang di kelola oleh Pelindo, untuk mendalami pengelolaan pendidikan nonformal. 

Menurut Anthoni, masih banyak keluarga besar yang belim masuk dalam struktur kepengurusan daerah. Pnegurus juga menyoroti pentingnya menjaga group WhatsApp agar tetap menjadi ruang sialturahmi yang konstruktif dan bebas dari konflik. 

Berikutnya dari PD KB PII Jakarta Selatan yang disampaikan oleh Farhan, bahwa konsistensi menjalankan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, seperti kajian ibu-ibu setiap hari Rabu, di bilangan Pasar Minggu, kajian rutin Al-Qur’an dan Hadist bersama Lazisku wilayah Jakarta Selatan setiap hari Kamis. 

Program Jumat Berkah Transportasi (BTS) untuk komunitas ojek online (ojol), tunarungu, serta program berbagi makanan (BBM) bekerjasama dengan Lazisku. 

KB PII Jakarta Selatan juga aktif mengirimkan delegasi pelajar MTs dan SMA ke World Youth Summit (pada 08 Desember 2024) yang di organisir oleg PB PII, serta sebagai ajang bincang demokrasi. 

Sebagaimana wilayah lain, PD KB PII Jakarta Selatan juga mengakui bahwa tantangan utama yang ada selama ini pada komunikasi, khususnya dalam mengatasi kesenjangan anatar generasi yang memunculkan rasa canggung di antara anggota KB PII itu sendiri. 

Dari PD KB PII Jakarta Barat dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa fokus awal pasca Musda dicurahkan untuk penataan ulang kepengurusan, akibat kendala demografi (banyak anggota yang sudah wafat atau pindah domisili). Disamping itu juga berkolaborasi dengan Lazisku. 

Diakuinya PD KB PII Jakarta Barat sukses menyalurkan santunan Ramadhan dan menggerakan relawan zakat melalui pengenalan kenceleng Lazisku KB PII ke sekolah-sekolah. 

Pencapian dan program dari PD KB PII Jakarta Pusat yang dilaporkan oleh Chaerul Saleh, bahwa telah merealisasikan 9 (Sembilan) program kerja, yang meliputi pertemuan rutin tiga bulanan, buka puasa bersama di Cibubur, tadarus online Ramadhan, pembuatan atribut (pin) untuk KB PII Wati, pengumpulan donasi untuk anak anggota KB PII yang terkena kanker, serta silaturahim kepada anggota yang sakit. 

Chaerul Shales juga melaporkan bahwa untuk sekertariat resmi berada di Sawah Besar, dengan pendatan keanggotaan KB PII yang kini telah menjangkau sebanyak 50 orang. 

Untuk kendala, diakuinya ada beberapa program yang belum terlaksana, antara lain Raker PD Jakarta Pusat, penguusan legalitas formal (rekening bank, NPWP) dan pencatatan ke Kesbangpol), serta audensi dengan Walikota, Polres, Kodim, dan Anggota Dewan. 

PD KB PII Jakarta Pusat, menurutnya sudah memiliki usaha ekonomi mandiri yang dirintis dengan modal Rp.10 juta, walaupun dilaporkan masih mengalami kerugian. 

Dari Kota Bekasi yang disampaikan oleh Dede Suryaman, bahwa telah menunjukan kinerja yang sangat produktif dengan merealisasikan sebanyak 41 kegiatan dalam kurun waktu 10 bulan. 

Pada 10 November 2026 mendatang, PD PII Kota Bekasi menjadwalkan program ketahanan generasi muda bertema pencegahan LGBT guna membentuk forum pelajar sebagai basis kaderisasi baru. 

PD PII Kota Bekasi memiliki catatan bahwa bidang pembinaan daerah mencatat Kota Bekasi sebagai contoh sukses dalam merangkul kesenjangan generasi, antara senior dan junior. Meski demikian PD PII Kota Bekasi memberikan masukan kepada Pengurus Wilayah agar turut mengawal kualitas teknis dan subtansi training (seperti fasilitas, logistik yang layak), serta membantu menyelesaikan friksi internal di tingkat wilayah maupun pusat, mengingat PII merupakan organisasi pelajar yang ideal dalam mengelola isu-isu strategis kepemudaan. 

Dalam kesempatan tersebut PD KB PII Kabupaten Bekasi dan Kab.Karawang, belum menyampaikan laporanya, mengingat baru saja menyelesaikan agenda musyawarah daerah (Musda). 

Rakerwil ini menegaskan komitmen seluruh jajaran KB PII di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk terus memperkuat konsolidasi internal, memperluas jejaring kaderisasi pelajar, serta meningkatkan sinergi sosial demi kemajuan umat dan organisasi ke depannya. – (r@tman/pp)

 
</description>
					                </item><item>
						                <title>Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama</title>
						                <link>https://parahyangan-post.com/berita/detail/indonesia-jadi-model-moderasi-beragama</link>
						                <description>Jakarta, parahyangan-post.com-Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil pertemuan dengan tokoh agama dunia di Assisi, Italia. Selain mendapat respons positif atas gagasan diplomasi keagamaan yang digulirkan Indonesia, kunjungan tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah negara dan perguruan tinggi di Italia serta Vatikan.

Menag mengatakan, sejumlah perwakilan negara menyampaikan ketertarikan untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama dan Masjid Istiqlal. Di antaranya berasal dari Inggris, Australia, dan Pakistan.

“Mereka ingin kerja sama dengan Kementerian Agama dan Istiqlal, terutama di Inggris, ya, kemarin Inggris, Australia, dan Pakistan,” ujar Menag setibanya di Tanah Air usai menjalani rangkaian kunjungan kerja ke Italia dan Vatikan, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, ketertarikan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman dan menjaga kehidupan beragama yang moderat semakin mendapat perhatian masyarakat internasional. “Pokoknya Indonesia itu sekarang jadi model, ya, terutama moderasi beragama kita,” ungkapnya.

Selain peluang kerja sama antarlembaga, Menag menyebut dua universitas di Italia dan Vatikan turut menyampaikan ketertarikan untuk membangun kolaborasi dengan Indonesia. Kedua perguruan tinggi tersebut ingin mempelajari pengalaman Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Ada dua universitas di Italia dan Vatikan itu mengajak kita kerja sama,” katanya.

Salah satu universitas tersebut yaitu PISAI (Pontificio Istituto di Studi Arabi e d&#39;Islamistica/ Institut Kepausan untuk Studi Arab dan Islam) binaan Takhta Suci Vatikan. Menag menilai kerja sama tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bersama. Indonesia memiliki pengalaman dalam mengelola kemajemukan masyarakat, sementara Vatikan menyimpan kekayaan literatur dan tradisi keilmuan yang dapat menjadi sumber pembelajaran.

“Mereka berkepentingan untuk belajar ke Indonesia. Kita pun juga, saya kira, perlu belajar di Vatikan,” tuturnya.

Dalam kunjungan ini, Menag juga berkesempatan mengunjungi perpustakaan di Vatikan. Ia mengaku menemukan banyak koleksi literatur Islam, termasuk sejumlah kitab yang jarang dijumpainya di Indonesia maupun negara-negara Timur Tengah.

Pengalaman tersebut, menurut Menag, memperlihatkan pentingnya pertukaran pengetahuan dan dialog antartradisi keagamaan.

*Gagasan Indonesia Berpeluang Jadi Tema Pertemuan Berikutnya*

Selain membuka peluang kolaborasi, Menag mengungkap bahwa gagasan ekoteologi dan diplomasi keagamaan yang disampaikan dalam forum internasional di Assisi mendapat perhatian dari penyelenggara. Ia mengatakan, penyelenggara menyampaikan apresiasi terhadap materi pidato Indonesia dan berencana menindaklanjutinya dalam agenda pertemuan mendatang.

“Jadi, statement kita tentang ekoteologi dan tentang religious diplomacy itu nanti juga akan dijadikan tema besar yang akan datang,” jelasnya.

Menag menyebut ketertarikan peserta forum tidak hanya tertuju pada gagasan diplomasi keagamaan, tetapi juga pada Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa di tengah keberagaman. Menurutnya, kesempatan berbicara yang semula dialokasikan selama tujuh menit bahkan berkembang menjadi sekitar 30 menit karena peserta ingin mengetahui lebih jauh pengalaman Indonesia.

“Karena mereka itu tertarik, minta dijelaskan tentang Pancasila. Pancasila itu bisa menjadi bukan hanya nilai-nilai Indonesia, tetapi juga bisa menjadi nilai-nilai universal,” ungkapnya.

Menag menambahkan, sejumlah gagasan kerja sama antarumat beragama yang sebelumnya dibangun melalui Masjid Istiqlal juga mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti. Ia menyebut April tahun depan sebagai salah satu momentum kelanjutan pembahasan tersebut.

*Vatikan Harapkan Penguatan Kerja Sama dengan Indonesia*

Dalam kunjungan itu, Menag juga diterima oleh Menteri Luar Negeri Vatikan. Keduanya membahas hubungan Indonesia dan Vatikan, terutama dalam memperkuat kerja sama serta menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Menurut Menag, pihak Vatikan memandang Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim yang besar sekaligus memiliki pengalaman penting dalam menjaga kehidupan beragama yang moderat. Ia mengatakan, salah satu titik temu yang menghubungkan Indonesia dan Vatikan adalah komitmen untuk membela kelompok masyarakat yang mengalami penindasan tanpa membedakan latar belakang agama.

“Bahwa siapa pun yang tertindas itu harus dibela, dari kelompok agama mana pun,” tegasnya.

Menag berharap respons positif dari berbagai pihak selama kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang konkret, baik dalam bidang dialog antaragama, pendidikan, maupun penguatan diplomasi keagamaan.

“Dan itulah, saya kira, connecting yang sangat bagus antara Indonesia dan Vatikan,” pungkasnya.***(pp/aboe/sp-kmg)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Kejurda Floorball DKI: Pertandingan Final Berlangsung Seru </title>
						                <link>https://parahyangan-post.com/berita/detail/kejurda-floorball-dki-pertandingan-final-berlangsung-seru-</link>
						                <description>Jakarta, parahyangan-post.com- Persaingan sengit  memperebutkan gelar juara pertama  mewarnai Kejuaraan Daerah (Kejurda) Floorball DKI Jakarta 2026. Setelah mengalahkan lawan-lawannya di semi final, tim-tim unggulan melaju ke  final.

Di Kelompok Umur  (KU) -13 Puteri KALIBAS menghadapi JATNOSA. Kalibas sebelumnya mengalahkan JANOGA dengan skor 2-1. Sedangkan JATNOSA menghempaskan SDK IPEKA Tomang dengan skor 2-0.

 Sedangkan kelompok KU-13 Putera,  TUGASKU menantang  IPK Tomang. Di semi final Tugasku mengalahkan JATNOSA dengan skor tipis 3-2. Sementara IPK Tomang menghempaskan JATNOGA  dengan skor telak 4-1

Di KU-17  Puteri  JFA melawan  TUGASKU, sedangkan KU-17 Putera JFA melawan IPK Tomang. Sebelum final JFA mengalahkan RAJA dengan skor meyakinkan, 8-4, dan TUGASKU mengalahkan IPK Toman 1-0.

Sedangkan JFA Putera mengalahkan mengalahkan RAJA 4-2. IPK Tomang mengalahkan Labscholl dengan angka tipis 1-0.

Yang menarik Senior Putera,  Tim JFC menantang  UNJ-D. Sebelum masuk final JFC menjegal PIFC dengan skor tipis 6-5. Yang menarik semi final sesama UNJ, di mana  UNJ D mengalahkan dengan telak UNJ B skor telak  6-1.

https://parahyangan-post.com/berita/detail/final-kejurda-floorball-dki-digelar-hari-ini

Setelah seluruh pertandingan rampung, panitia akan melaksanakan penyerahan piala dan trofi kepada para pemenang sekaligus menutup rangkaian Kejurda Floorball DKI Jakarta 2026.***(pp/aboe)
</description>
					                </item></channel>
  	</rss>