<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS InfoPendidikan.com - pendidikan, humaniora, kebangsaan</title> 
				<description>pendidikan, humaniora, kebangsaan</description>
				<link>http://infopendidikan.com/index.php</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Kejurda Floorball DKI 2026 Berlangsung Sukses</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/kejurda-floorball-dki-2026-berlangsung-sukses</link>
						                <description>JAKARTA, edukasinews.com-Kompetisi sengit Kejuaraan Daerah (Kejurda) Floorball DKI Jakarta 2026 resmi berakhir. Dalam ajang bergengsi ini, klub Jakarta Floorball Academy (JFA) mendominasi dengan meraih 2 medali emas dari 5 kategori yang dipertandingkan. Masing-masing dari  Kelompok Umur (KU) 17 Putra dan Putri.
Ketua Umum Asosiasi Floorball Indonesia (AFI) Pengprov DKI Jakarta, Dr. Misbah Fikrianto, MM., M.Si., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi dan capaian para atlet. Dia  juga menekankan pentingnya legalitas kejuaraan ini bagi masa depan akademis dan karier olahraga para atlet muda.
"Ini adalah event rutin tahunan. Hasilnya membanggakan. Prestasi para atlit floorball DKI semakin meningkat,” ujar Misbah pada saat penutupan di GOR Sunter, Sabtu 31, Oktober 2026.   
Misbah juga  menjelaskan sertifikat atlit yang mengikuti kompetisi ini ditandatangani oleh Asosiasi, KONI DKI dan pihak sekolah.  Kolaborasi tanda tangan tersebut merupakan langkah krusial dalam memberikan jaminan resmi kepada para atlet.
"Hal itu penting agar pemerintah maupun asosiasi memberikan legalisasi. Jadi, baik pemerintah maupun asosiasi sama-sama memberikan pengakuan. Khusus untuk KU-13, sertifikat ini sangat penting untuk jalur prestasi pada sistem pendaftaran nilai rapor," tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Misbah memaparkan bahwa Kejurda tahun ini mengemban misi besar sebagai batu loncatan menuju panggung nasional. "Kejurda merupakan persiapan atlet DKI mengikuti Kejurnas yang akan diadakan di Banten akhir Desember 2026. Juga untuk persiapan menghadapi PON NTB/NTT," pungkasnya.
Turnamen berlangsung ketat sejak babak awal hingga partai puncak. JFA berhasil mengawinkan gelar juara di kelas KU-17 setelah tim Putri mereka membekuk TUGASKU dengan skor tipis 1-0, disusul tim Putra JFA yang menang dramatis 5-4 atas IPEKA Tomang. Sementara itu, pada kategori Senior Putra, Jakarta Floorball Club (JFC) tampil digdaya dengan melibas UNJ Senior lewat skor telak 5-1.

Sebelumnya Ketua Panitia Kejurda Floorball DKI Julfikar Setiadi S.Or, M.Or, menjelaskan Kejurda  Floorball DKI  berlangsung selama 3 hari, diikuti sekitar 600 atlit.

"Kompetisi terdiri dari 5 kategori, yakni KU-13 Putera Puteri, KU-17 Putera/ Putri  serta senior putera, yang berasal dari  club dan sekolah,"ujar Julfikar.,

Julfikar juga menambahkan bahwa atlit peserta Kejurda tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Meningkatnya jumlah peserta dan klub, menurut Julfikar, menunjukkan bahwa olah raga floorball semakin diminati masyarakat, terutama kalangan pelajar.***(pp/aboe)  

Berikut adalah rekapitulasi hasil lengkap pertandingan final Kejurda Floorball DKI Jakarta 2026:

Kategori    Pertandingan Final    Skor Akhir
Putri KU-13    Jatnosa vs Kalibas    2 - 1
Putra KU-13    IPEKA Tomang vs TUGASKU    2 - 1
Putri KU-17    JFA vs TUGASKU    1 - 0
Putra KU-17    JFA vs IPEKA Tomang    5 - 4
Senior Putra    JFC vs UNJ D   5 - 1
</description>
					                </item><item>
						                <title>Dari Wisuda ke 58 UMN:  Keterbukaan Bukan Barang Baru</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/dari-wisuda-ke-58-umn--keterbukaan-bukan-barang-baru</link>
						                <description>Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah menggelar Wisuda Sarjana, Profesi, dan Magister Angkatan ke-LVIII di Medan, Sabtu (31/10/2026). Diantara 983 wisudawan terdapat empat biarawati

Keberagaman di UMN Al Washliyah bukan hal baru. Arsip pers dan terbitan berbahasa Belanda dari era 1930-an menunjukkan bahwa Al Jam&#39;iyatul Washliyah sejak awal tumbuh di tengah masyarakat yang majemuk dan berinteraksi baik dengan berbagai golongan.

Al Washliyah didirikan pada 1930 oleh para pelajar madrasah yang diasuh Syekh Muhammad Yunus di Medan. Ikhtisar pers pribumi yang disusun pemerintah Hindia Belanda (31 Oktober 1936) mencatat, enam tahun kemudian organisasi ini sudah memiliki 33 cabang, sekitar 50 sekolah, dan kurang lebih 5.000 murid, 1.500 di antaranya perempuan.

Sejak 1933, Al Washliyah aktif berdakwah dan membuka sekolah di Tanah Batak, terutama di Porsea.  Tijdschrift voor Zendingswetenschap (1938–1939), mencatat bahwa sekolah di Porsea berada di bawah pengelolaan Al Washliyah Medan. Laporan yang sama menyebut sebuah sekolah umum di Tamboenan, yang juga memberikan pelajaran agama, terbuka pula bagi anak-anak Kristen. Berita serupa dimuat De Indische Courant (20 Februari 1939) yang mengutip harian Sinar Deli.

Kehadiran Al Washliyah di tengah masyarakat yang beragam juga terekam dalam acara keagamaan. Saat utusan Pengurus Besar Al Washliyah, H. Abdul Kadir, berpidato pada peresmian sebuah masjid di Tapanuli pada 1936, laporan pers mencatat masyarakat dari kalangan agama Kristen turut hadir.

Al Washliyah juga dikenal sebagai perekat antargolongan. Pada 1936, pers Islam mengusulkan dewan ulama bersama yang berfungsi sebagai "biro perdamaian", dan Al Washliyah disebut di dalamnya bersama Muhammadiyah, Persis, NU, dan Persyarikatan Ulama. Pada 1939, Ketua Al Washliyah H. Abdurrahman Sjihab ikut dalam pertemuan di Medan yang menjembatani kalangan ulama dan kaum terpelajar berpendidikan Barat.

Semangat melayani sesama itu berlanjut setelah kemerdekaan. Het Nieuwsblad voor Sumatra (13 Januari 1954) mencatat, dari 12 panti sosial swasta terdaftar di Sumatera Utara, empat dikelola Al Washliyah, jumlah terbanyak saat itu.

Wisuda hari ini, dengan lulusan dari beragam agama di dalamnya, menyambung jejak panjang tersebut: pendidikan Al Washliyah hadir untuk mencerdaskan seluruh anak bangsa.***

 

 
</description>
					                </item><item>
						                <title>MAN 2 Kota Malang Pertahankan Gelar Juara Umum IGSN 2026 di Malaysia</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/man-2-kota-malang-pertahankan-gelar-juara-umum-igsn-2026-di-malaysia</link>
						                <description>Capaian ini sekaligus memperkuat implementasi MANDI MADU (Madrasah Indonesia Menjelajah Dunia)

Malang, edukasinews.com-Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang kembali unjuk prestasi di ajang 12th Islamic Global School Network (IGSN) 2026. Delegasi madrasah binaan Kemenag ini membawa pulang 11 penghargaan pada ajang yang berlangsung di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Nilai, Malaysia, 10 Oktober 2026.

Capaian ini menjadikan MAN 2 Kota Malang berhasil mempertahankan gelar juara umum yang diraih pada IGSN 2025. Prestasi tersebut mencakup olimpiade sains dan matematika, kompetisi esai dan debat, penghargaan individu, serta Best Cultural Performance. Daanish Arham Mustaqim (XI-H) meraih juara pertama Individual Science Olympiad dan Best Male Participant. Yusuf Wisnu Aji (X-K) menjadi 1st Runner-up olimpiade sains, sedangkan Sakha Zwei Lokatara (X-C) meraih 2nd Runner-up Individual Mathematics Olympiad.

Pada kategori matematika beregu, tim Aysha Azalea Malihah (XI-A), Quinnsha Amirah Lovely Leksono (XI-E), dan Daniya Azra Khalisha (XI-F) meraih juara pertama. Di kompetisi esai, Sakha Zwei Lokatara dan Muhammad Leonel Lingga Maulana (X-C) memperoleh 1st Runner-up, sementara Aysha Azalea Malihah dan Quinnsha Amirah Lovely Leksono meraih 2nd Runner-up. Tim debat yang diperkuat Daanish Arham Mustaqim, Daniya Azra Khalisha, dan Muhammad Yafi Cakra Wangsa (X-H) meraih 1st Runner-up Debate Competition.

Penghargaan lainnya diraih Ustadzah Maftuhah sebagai Best Female Teacher dan Zulfa Nayla Rohmatika Abha (XI-J) sebagai Best Female Participant. Seluruh delegasi juga meraih Best Cultural Performance melalui penampilan yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.

Selain itu, pada kategori Best Group (campuran peserta dari banyak sekolah), ada 4 peserta dari MAN 2 Kota Malang yakni Ahmad Nawwaf Arya Kemal XI-M, Zhafira Eshmaal Fakhirah X-J, Gendis Isny Kamila X-I, dan Fadhli Ainur Rohman X-N

Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa peserta didik madrasah memiliki kompetensi dan daya saing di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum IGSN merupakan kebanggaan bagi keluarga besar MAN 2 Kota Malang. Semoga capaian ini menjadi inspirasi untuk terus berprestasi, memperluas wawasan global, dan membawa nama baik madrasah serta Indonesia,” ungkapnya di Kota Malang, Rabu (14/10/2026).

Ia menegaskan, madrasah akan terus memperkuat pengembangan potensi peserta didik melalui program unggulan dan kerja sama internasional.

Capaian ini sekaligus memperkuat implementasi MANDI MADU (Madrasah Indonesia Menjelajah Dunia), program yang mengembangkan semangat internasionalisasi melalui kolaborasi antar madrasah. Dalam ajang yang sama, madrasah mitra, MAN 2 Tulungagung dan MAN 3 Kota Pekanbaru, juga berhasil meraih prestasi.

MANDI MADU merupakan perluasan semangat MADU MANJA (MAN 2 Kota Malang Menjelajah Dunia) yang dikelola melalui Language Development Center (LDC) MAN 2 Kota Malang. Jika MADU MANJA menjadi penggerak program internasional di MAN 2 Kota Malang, MANDI MADU memperluas manfaatnya melalui pemberdayaan dan kolaborasi dengan madrasah mitra agar semakin banyak peserta didik madrasah Indonesia memperoleh kesempatan berprestasi di tingkat global.

Ketua LDC dan Kerja Sama Internasional MAN 2 Kota Malang, Ahmad Thohir Yoga atau Mr. Yoga, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian delegasi yang dinilainya merupakan hasil kerja keras, persiapan, dan kesungguhan peserta.

“I am extremely proud of our students. Winning the overall championship at IGSN 2026, following our success in 2025, reflects their hard work and excellence. Our students continue to shine on the international stage,” ujarnya.

Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program internasional dan memperluas kesempatan peserta didik madrasah dalam mengembangkan kompetensi global.***(edu/aboe/kmg)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Masyhuril Khamis Ajak Generasi Muda Memimpin dengan Hati</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/masyhuril-khamis-ajak-generasi-muda-memimpin-dengan-hati</link>
						                <description>Para pemimpin muda tidak boleh sekadar mengandalkan jalur struktural birokratis, tapi harus memiliki kemampuan mendengar, berempati, serta menyentuh sisi emosional dan spiritual para anggotanya.

Medan, edukasinews.com- Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan roda organisasi. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan Latihan Kader Instruktur (LKI) yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) di Aula UPT Dinas Pertanian, Senin (12/10/2026).

Mengusung tema utama “Memimpin dengan Hati”, kehadiran pimpinan tertinggi organisasi Islam tersebut disambut antusias oleh puluhan peserta LKI yang datang dari berbagai daerah.

Dalam pemaparannya, Dr. KH. Masyhuril Khamis menyoroti dinamika kepemimpinan era modern. Menurutnya, para pemimpin muda saat ini tidak boleh sekadar mengandalkan jalur struktural birokratis semata. Lebih dari itu, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan mendengar, berempati, serta menyentuh sisi emosional dan spiritual para anggotanya.

“Seorang instruktur dan pemimpin yang hebat lahir dari keikhlasan. Memimpin dengan hati berarti kita mampu merangkul, membimbing dengan ketulusan, serta menjadi teladan nyata di tengah dinamika zaman yang serba cepat ini,” ujar Dr. KH. Masyhuril Khamis di hadapan para kader.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa tantangan kaderisasi pelajar saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Derasnya arus informasi serta pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut para instruktur Al Washliyah untuk tampil adaptif dan inovatif, tanpa menyampingkan nilai-nilai keislaman serta keindonesiaan.

Oleh karena itu, beliau menilai pelatihan kader instruktur ini memiliki peran yang sangat krusial sebagai cetak biru (blueprint) pengkaderan jangka panjang organisasi Al Washliyah.

Di tempat yang sama, Ketua PW IPA Sumut Ahmad Irham Tajhi menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan Ketua Umum PB Al Washliyah untuk hadir langsung memberikan arahan ideologis dan motivasi. Kehadiran pimpinan pusat ini diharapkan dapat membakar semangat para peserta LKI agar kelak bertransformasi menjadi motor penggerak dakwah dan pendidikan pelajar yang tangguh, militan, serta berakhlakul karimah.

Rangkaian acara LKI tersebut juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, simulasi teknik fasilitasi, hingga penandatanganan komitmen bersama para kader. Melalui kegiatan ini, PW IPA optimis mampu melahirkan deretan instruktur andal yang siap mengawal estafet kepemimpinan Al Washliyah di masa depan dengan berlandaskan integritas tinggi dan hati nurani.***(edu/il/sp)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Basnang Said: Sudah  4,634 Juta Santri Terverifikasi BNBA</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/basnang-said-sudah--4634-juta-santri-terverifikasi-bnba</link>
						                <description>Jakarta, edukasinews.com-Kementerian Agama terus melakukan pemutakhiran dan penguatan integrasi data pendidikan keagamaan nasional. Hingga saat ini, sebanyak 4,634 juta santri telah terverifikasi secara by name by address (BNBA).

Angka tersebut merupakan hasil pendataan yang masih berlangsung, sehingga belum menggambarkan keseluruhan populasi santri nasional.  Jumlah peserta didik tersebut berasal dari satuan pendidikan pada pesantren, selain Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ).

Kemenag saat ini tengah melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara bertahap untuk memastikan setiap santri dan satuan pendidikan pesantren tercatat secara akurat, faktual, dan tidak mengalami duplikasi. Verifikasi juga penting untuk memotret update data dan jumlah santri saat ini, sehingga bisa diketahui perkembangannya secara berkala.

Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menjelaskan bahwa perubahan angka statistik santri yang muncul dalam berbagai publikasi perlu dipahami dalam konteks transformasi sistem pendataan yang sedang dilakukan Kemenag. Pendataan saat ini tidak lagi semata-mata mengandalkan angka agregat, tetapi diarahkan pada data individu yang dapat diverifikasi berdasarkan identitas dan keberadaan faktual santri.

“Data yang sedang kita bangun adalah data BNBA. Jadi, prosesnya memang membutuhkan waktu karena setiap data santri harus diverifikasi berdasarkan identitas, alamat, dan status keaktifannya. Karena proses ini masih berjalan, angka yang ada saat ini belum dapat dibaca sebagai angka final jumlah santri nasional,” ujar Basnang Said usai menggelar Rakor Perdana Ditjen Pesantren bersama para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia di Kabupaten Malang, Sabtu (3/10/2026). Rakor digelar di sela penyelenggaraan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI yang berlangsung dari 30 September – 6 Oktober 2026.

Berdasarkan cut-off data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenag per hari ini, sebanyak 4.634.406 santri telah terhimpun dan terverifikasi dalam proses pendataan tersebut. Data ini akan terus bertambah seiring dengan berlangsungnya proses verifikasi dan konsolidasi di lapangan.

“Setelah dilakukan verifikasi, data santri yang terverifikasi bahkan sudah mencapai 4,634 juta, bukan 1,7 juta sebagaimana banyak diberitakan. Data ini masih akan terus bergerak karena proses verifikasi juga dilakukan secara berkelanjutan,” tegas Basnang.

Menurut Basnang, proses pemutakhiran ini merupakan bagian dari upaya Kemenag membangun satu data pesantren dan santri yang lebih akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam proses tersebut, Kemenag juga melakukan pembersihan terhadap potensi duplikasi yang terdapat dalam data agregat sebelumnya.

“Jadi, kalau ada perubahan angka, jangan langsung dimaknai sebagai berkurangnya jumlah santri. Kita sedang mengubah cara pendataan dari sekadar angka agregat menjadi data individu yang benar-benar terverifikasi. Ini proses pembenahan data, bukan gambaran bahwa santri di Indonesia tiba-tiba berkurang secara tajam,” tegasnya.

Untuk memastikan proses tersebut berjalan optimal, Kemenag terus melakukan konsolidasi internal antara data pesantren dan madrasah, memfasilitasi Nomor Pokok Satuan Pendidikan Nasional (NPSN) bagi pesantren salafiyah dan satuan pendidikan nonformal, serta mematangkan sinkronisasi data dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pemutakhiran data BNBA juga menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai kebijakan dan program pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran. Data yang akurat diperlukan, antara lain, dalam penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP), Beasiswa Santri, serta berbagai bentuk bantuan dan dukungan pemerintah bagi pesantren dan para pendidik.

Proses transformasi dan konsolidasi pendataan terus berlanjut hingga diperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai satuan pendidikan pesantren dan populasi santri. Hasil pemutakhiran data tersebut diharapkan dapat menjadi basis perencanaan kebijakan dan program pesantren yang lebih tepat sasaran mulai Tahun Ajaran 2026/2027.

“Dengan demikian, angka 4,634 juta santri yang saat ini telah terverifikasi perlu dipahami sebagai data santri yang sudah berhasil diverifikasi dalam proses pendataan BNBA yang masih berjalan, bukan sebagai angka final jumlah seluruh santri Indonesia,” tegas Basnang.

“Bersamaan ini kita juga sedang melakukan proses alih data santri dan pesantren dari EMIS yang dikembangkan Ditjen Pendidikan Islam ke SIMTREN yang dikembangkan Ditjen Pesantren,” tandasnya.***(edu/IL/kmg)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Mahasiswi UNIDA Gontor Belajar Tadabur Al-Quran di  AQL Islamic Center</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/mahasiswi-unida-gontor-belajar-tadabur-alquran-di--aql-islamic-center</link>
						                <description>Terdiri atas 27 mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur&#39;an dan Tafsir kelas C1 kampus putri, didampingi Ustaz Taufik Akhyar, M.Ag., dan Ustazah Dr. Nindiya Ayomi Dirahara, M.Pd.

JAKARTA, edukasinews.com- -- Sebanyak 27 mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melakukan kunjungan studi ke AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan studi lapangan sekaligus sarana silaturahim dan pendalaman ilmu Al-Qur&#39;an.

Rombongan mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur&#39;an dan Tafsir semester VI tersebut didampingi dosen pembimbing. Mereka diterima langsung Pembina AQL Islamic Center, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN).

Perwakilan UNIDA Gontor, Ustaz Mahmud, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para mahasiswi untuk melakukan studi di AQL Islamic Center. Ia juga menyampaikan salam dari pimpinan Pondok Modern Gontor, Rektor UNIDA Gontor KH Prof Hamid Fahmy Zarkasyi, serta Dekan Fakultas Ushuluddin Ustaz Syamsul Hadi Untung.

"Yang kedua, kami ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Al-Ustadz, pengelola, dan juga pimpinan yayasan Pusat Peradaban Islam, Al-Ustadz K.H. Bachtiar Nasir, Lc., M.M., atas waktu yang sudah diberikan untuk menerima kami," ujar Ustaz Mahmud.

Ia menjelaskan, rombongan tersebut terdiri atas 27 mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur&#39;an dan Tafsir kelas C1 kampus putri UNIDA Gontor. Mereka didampingi Ustaz Taufik Akhyar, M.Ag., dan Ustazah Dr. Nindiya Ayomi Dirahara, M.Pd.

"Tujuan utama kami ke sini kemari adalah pertama ingin silaturahim, kemudian dilanjutkan oleh menuntut ilmu bersama Al-Ustadz Bachtiar Nasir tentang tadabur Al-Qur&#39;an," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, UBN memberikan kuliah umum mengenai tadabur Al-Qur&#39;an. Ia menekankan bahwa mempelajari tafsir merupakan bagian penting dalam proses memahami Al-Qur&#39;an, tetapi tidak berhenti pada pemahaman akademik. Al-Qur&#39;an juga perlu ditadaburi agar pesan yang terkandung di dalamnya dapat menjadi pelajaran dalam kehidupan.

"Kalian di jurusan khusus dan tafsir sudah bagus, karena kan untuk bertadabur harus pakai tafsir. Enggak mungkin bertadabur enggak pakai tafsir. Tapi, harus mentadaburinya," ujar UBN.

Menurut UBN, salah satu tujuan utama diturunkannya Al-Qur&#39;an adalah agar manusia merenungkan ayat-ayatnya. Karena itu, umat Islam perlu membangun pola interaksi yang benar dengan Al-Qur&#39;an, bukan hanya membacanya ketika menghadapi persoalan tertentu.

"Pesannya tentu: jangan sampai berinteraksi dengan cara yang salah. Yang benar bagaimana? Yang benar adalah berinteraksi dengan cara yang disukai oleh Al-Qur&#39;an," katanya.

UBN menjelaskan, tadabur berarti melihat sesuatu hingga kepada akibat atau dampak yang ditimbulkannya. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan makna secara mendalam dan berulang sehingga seseorang dapat mengambil pelajaran dari ayat-ayat Al-Qur&#39;an.

"Bertadabur adalah memandang sesuatu di balik sesuatu dan memahami akibat yang akan ditimbulkannya," ujar UBN.

Ia kemudian mengutip sejumlah pandangan ulama mengenai tadabur Al-Qur&#39;an. Imam At-Thabari, misalnya, menjelaskan tadabur sebagai perenungan terhadap hujah-hujah Allah dan syariat yang terdapat dalam Al-Qur&#39;an sehingga seseorang memperoleh nasihat dan mengamalkannya.

Sementara itu, Ibnu Katsir memaknai tadabur sebagai proses memahami makna lafaz sekaligus memikirkan pesan yang terkandung di dalam Al-Qur&#39;an. Adapun Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah melihat tadabur sebagai upaya menajamkan mata hati terhadap makna-makna Al-Qur&#39;an.

UBN juga mengajak para mahasiswi untuk tidak berhenti pada kajian Al-Qur&#39;an secara akademik. Menurut dia, interaksi dengan Al-Qur&#39;an semestinya turut membentuk manusia dan memengaruhi karakter dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya tidak fokus pada isitunya, saya fokus kepada pembinaan manusianya lewat tadabur. Walaupun kita punya karya-karya akademik," katanya.

Dalam kuliah tersebut, UBN juga menjelaskan pentingnya memahami nama, sifat, dan fungsi Al-Qur&#39;an. Menurut dia, pemahaman tersebut dapat menjadi dasar dalam membangun pola interaksi yang lebih mendalam dengan Al-Qur&#39;an.

Ia mencontohkan beberapa nama Al-Qur&#39;an yang menunjukkan hakikatnya, antara lain Al-Qur&#39;an, Al-Kitab, At-Tanzil, dan Al-Furqan.

"Begitu juga saat berinteraksi dengan Al-Qur&#39;an. Jadi, ketika kita pegang Al-Qur&#39;an, mulai membacanya, ingat tuh nama-Nya dan sifat-sifat-Nya," ujar UBN.

Kunjungan tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan akademik para mahasiswi, tetapi juga memperkuat tradisi tadabur dan interaksi dengan Al-Qur&#39;an sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kehidupan sehari-hari.***(edu/Il/sp) 
</description>
					                </item><item>
						                <title>Laznas Dewan Dakwah Salurkan Air Bersih untuk Pengungsi Gempa Flores</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/laznas-dewan-dakwah-salurkan-air-bersih-untuk-pengungsi-gempa-flores</link>
						                <description>Gempa NTT menewaskan 156 orang. Sebanyak 48 orang meninggal saat gempa terjadi, sedangkan 108 orang lainnya meninggal di pengungsian.

Jakarta, edukasinews.com-Laznas Dewan Dakwah menyalurkan 24.200 liter air bersih dan 1.615 liter air minum untuk warga yang mengungsi akibat gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Air ini dibagikan selama empat hari, pada 21 hingga 24 September 2026, untuk ribuan warga di pengungsian, termasuk di Kampung Waso, Desa Satar Kampas. Hingga kini, Laznas Dewan Dakwah masih terus mengirim air bersih ke lokasi pengungsian.

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa ini menewaskan 156 orang. Sebanyak 48 orang meninggal saat gempa terjadi, sedangkan 108 orang lainnya meninggal di pengungsian.

Hingga 28 September 2026 pukul 10.00 WIB, BNPB mencatat masih ada 24.027 warga yang tinggal di pengungsian dan 1.620 orang yang terluka atau sakit. Sudah lebih dari sebulan mereka bertahan di tempat yang serba terbatas, dan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang paling sulit dipenuhi.

Di banyak tempat di NTT, warga sudah kesulitan mendapat air bersih jauh sebelum gempa. Untuk mengambil air, mereka harus berjalan jauh masuk ke hutan. Setelah gempa, keadaannya makin berat, karena banyak orang berkumpul di satu tempat pengungsian dan kebutuhan air ikut bertambah.

Fahri, relawan Laznas Dewan Dakwah di lokasi, mengatakan air adalah keluhan yang paling sering ia dengar dari warga.

"Waktu kami datang, warga kekurangan air untuk minum, masak, sampai untuk wudu. Banyak juga yang sakit, jadi air bersih sangat dibutuhkan. Kalau airnya kurang, warga terpaksa pakai air seadanya, dan itu bisa bikin makin banyak yang sakit," kata Fahri.

Selain mengirim air, Laznas Dewan Dakwah juga memasang 10 toren air di 10 titik pengungsian. Sebagian besar toren ditempatkan di masjid dan musala, karena tempat-tempat inilah yang sekarang dipakai warga untuk tinggal sementara.

Menurut Fahri, setelah toren terpasang, warga tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mengambil air. "Ibu-ibu bisa masak, anak-anak bisa mandi, dan warga bisa wudu di masjid tanpa harus antre lama atau cari air ke tempat lain," ujarnya.

Direktur Eksekutif Laznas Dewan Dakwah, Ustadz Idris Yusuf, mengatakan air dipilih sebagai bantuan utama karena kebutuhannya paling mendesak di lapangan.

"Di pengungsian, air dipakai untuk semua hal: minum, masak, mandi, mencuci, dan ibadah. Kalau air tidak cukup, warga mudah sakit. Karena itu kami dahulukan air bersih dan air minum, lalu kami pasang toren supaya warga punya tempat menyimpan air di dekat mereka. Pengiriman air ini tidak berhenti di sini. Selama warga masih di pengungsian, kami akan terus mengirim air," kata Ustadz Idris Yusuf.

Laznas Dewan Dakwah juga mengirim Ustadz Raja, dai muda asal Aceh lulusan STID Mohammad Natsir, untuk tinggal bersama warga di Kampung Waso. Selain membimbing warga dalam urusan ibadah, ia mendata kebutuhan warga dan ikut menyalurkan bantuan di lokasi.

Laznas Dewan Dakwah berterima kasih kepada para donatur yang sudah ikut membantu. Semua air bersih, air minum, dan toren yang sampai ke pengungsian berasal dari sumbangan mereka.

Hingga saat ini, tim Laznas Dewan Dakwah di lapangan masih terus mengirim bantuan ke pengungsian. Karena masih banyak warga yang belum bisa pulang ke rumah, kebutuhan air diperkirakan akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.***(edu/IL/sp) 
</description>
					                </item><item>
						                <title>AFI DKI Siapkan Agenda Besar Akhir Tahun 2026</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/afi-dki-siapkan-agenda-besar-akhir-tahun-2026</link>
						                <description>AFI DKI Jakarta semakin solid dan mampu membangun ekosistem olahraga floorball yang lebih terorganisasi.

Jakarta, edukasinews.com- Asosiasi Floorball Indonesia (AFI) DKI Jakarta akan menggelar kegiatan Konsolidasi Asosiasi Floorball DKI pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kekompakan antar-komunitas, klub, sekolah, pelatih, wasit, pembina, dan pengurus floorball di Jakarta.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 15.00–17.00 WIB di Tifosi Arena. Selain konsolidasi, panitia juga menyiapkan sejumlah aktivitas menarik, seperti lomba akurasi tembakan, mini games, dribble bola zigzag, serta doorprize. Konsolidasi ini juga menjadi bagian dari persiapan komunitas Floorball DKI Jakarta menghadapi berbagai agenda olahraga pada akhir 2026. Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain Kejuraan Daerah (Kejurda) Floorball DKI Jakarta, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Floorball, lomba foto dan video, penataran wasit dan pelatih, serta penataran manajemen pertandingan.

Melalui kegiatan tersebut, Asosiasi Floorball DKI Jakarta diharapkan semakin solid dan mampu membangun ekosistem olahraga floorball yang lebih terorganisasi. Kegiatan ini secara khusus mengundang klub, tim sekolah, manajer, pelatih, wasit, pembina, dan pengurus floorball untuk hadir dan berpartisipasi. Dengan semangat "Bersatu, Bermain, Berkembang!", konsolidasi diharapkan menjadi langkah bersama untuk meningkatkan prestasi sekaligus memperluas perkembangan olahraga floorball di DKI Jakarta.***(edukasi/IL/sp) 
</description>
					                </item><item>
						                <title>Sekjen Dewan Ulama Senior Al-Azhar Temui Menag Memperkuat Kerjasama Pendidikan </title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/sekjen-dewan-ulama-senior-alazhar-temui-menag-memperkuat-kerjasama-pendidikan-</link>
						                <description>Menag berharap  Al Azhar membuka cabang di Indonesia, atau menambah guru dan  kuota mahasiswa

Jakarta, edukasinews.com- Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Dewan Ulama Senior Al-Azhar, Prof. Abbas Shouman. Pertemuan di kantor pusat Kemenag itu membahas pernguatan sama kedua belah pihak, antara lain dalam pengembangan Bahasa Arab, penambahan kuota mahasiswa, peluang pembelajaran jarak jauh (e-learning), serta diplomasi keagamaan.

Menag menuturkan bahwa saat ini jumlah ulama di Indonesia masih relatif sedikit dibandingkan jumlah penduduknya, demikian juga fasilitas dalam pembelajaran keagamaan Islam juga masih terbatas. Menag juga menegaskan pemahaman bahasa Arab sebagai fondasi utama dalam memahami ilmu-ilmu keislaman merupakan suatu keniscayaan yang harus dimiliki oleh para calon ulama di Indonesia.

"Oleh karena itu saya mohon agar ke depan kerja sama semakin diperkuat, termasuk di bidang bahasa Arab. Kami membutuhkan guru-guru yang kuat dalam ilmu-ilmu Islam, sehingga kami ingin mengambil manfaat dan belajar dari Al-Azhar," ujar Menag, Senin (28/9/2026).

Menag memaparkan bahwa dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,6%—salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20—dari sisi pendanaan kerja sama tidak ada masalah. Namun, terdapat tantangan regulasi di mana Mesir tidak mengizinkan pendirian cabang Universitas Al-Azhar di luar negeri. Di sisi lain, Mesir tetap menjadi tujuan utama masyarakat Indonesia untuk menimba ilmu karena faktor stabilitas keamanan.

Oleh karena itu, Menag berharap Al-Azhar dapat memperluas kerja sama melalui skema pendidikan jarak jauh dengan menyiapkan infrastruktur dan pembiayaan dari pihak Indonesia, atau dengan memperbanyak kuota penerimaan mahasiswa Indonesia di Al-Azhar serta menambah utusan pengajar (mab&#39;uts).

"Mesir menjadi tujuan utama bagi masyarakat Indonesia untuk menimba ilmu, jika memungkinkan kami berharap untuk membuka cabang Al Azhar di sini, atau menambah guru-guru bahasa Arab dari Al Azhar di sini, atau menambah kuota bagi penerimaan mahasiswa Indonesia di Al Azhar," ungkap Menag.

Prof. Abbas Shouman sepakat bahwa tantangan rasio antara jumlah penduduk muslim yang besar dengan ketersediaan infrastruktur pendidikan yang memadai perlu segera diatasi melalui perluasan cakupan kerja sama. Prof. Abbas memaparkan bahwa Al-Azhar membuka peluang sistem pembelajaran jarak jauh melalui skema hybrid.

Mahasiswa dapat menempuh pendidikan selama dua tahun pertama di negara asal, dilanjutkan dua tahun berikutnya langsung di Kairo, Mesir, dengan ijazah resmi yang setara dengan mahasiswa reguler empat tahun.

Di samping itu, terdapat pula program pembelajaran bahasa Arab secara daring melalui Pusat Bahasa di bawah Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar."?Terkait dengan penambahan jumlah kuota mahasiswa Indonesia di Mesir, secara prinsip, sebenarnya tidak ada pembatasan itu. Jadi, seberapa banyak pun, silakan saja. Hanya mungkin yang dibatasi adalah yang mendapatkan beasiswa full, dalam arti dia mendapatkan asrama, uang saku, dan uang kuliah. Itu yang jumlahnya terbatas. Untuk yang belajar, itu tidak ada pembatasan," ungkapnya.

Prof Abbas menjelaskan meski beasiswa penuh yang menanggung asrama dan uang saku memiliki keterbatasan anggaran dari negara Mesir, kuota untuk mahasiswa Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terbesar di antara negara-negara lainnya.

Sementara itu, terkait pengiriman utusan pengajar (mab&#39;uts) ke Indonesia, Prof. Abbas menjelaskan bahwa jumlahnya masih terbatas karena disesuaikan dengan alokasi anggaran dan APBN pemerintah Mesir. Sebagai solusi atas keterbatasan tersebut, kedua belah pihak membuka opsi jalur kontrak di mana kader-kader unggulan lulusan Al-Azhar dapat didatangkan ke Indonesia dengan pembiayaan yang ditanggung oleh pemerintah Indonesia

Menag, sebagai presiden The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) yang terpilih dalam International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, juga mengatakan akan menyampaikan kepada Sekjen PBB agar mengakomodir suara-suara imam di Indonesia.

"Sebab mereka menganggap bahwa peran imam itu sangat strategis termasuk dalam menggagas perdamaian dunia dan mengatasi konflik. Kami akan menyampaikan hal ini kepada Sekretariat Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bentuk diplomasi keagamaan. Karena ada permintaan yang diajukan kepada organisasi islam untuk berpartisipasi dalam program internasional seperti penanggulangan terorisme dan ekstremisme," ujarnya.

"Oleh karena itu, kami mengundang para pemimpin agama dan imam masjid di dunia Islam khususnya, dan di seluruh dunia umumnya, untuk bergabung dalam hal ini dan menyuarakan suara para imam dalam mewujudkan perdamaian dunia, dan kami akan mencatatkannya kepada Sekretariat Jenderal. Mari kita angkat suara perdamaian dari masjid-masjid dan rumah-rumah," pungkas Menag. ***(edu-aboe-sp)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Future Ready Education: Persiapkan Generasi Tangguh Menghadapi Masa Depan</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/future-ready-education-persiapkan-generasi-tangguh-menghadapi-masa-depan</link>
						                <description>"Sekolah tidak lagi sekadar mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi ujian, tetapi mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan yang bahkan belum kita bayangkan hari ini."

Solo, edukasinews.com-Perubahan dunia berlangsung begitu cepat. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), otomatisasi, transformasi digital, perubahan iklim, hingga dinamika sosial global telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi. Profesi yang hari ini menjadi primadona bisa jadi akan tergantikan dalam beberapa tahun mendatang, sementara berbagai pekerjaan baru terus bermunculan dengan tuntutan kompetensi yang berbeda.
Di tengah perubahan tersebut, muncul sebuah pertanyaan mendasar bagi dunia pendidikan: Apakah sekolah sedang mempersiapkan peserta didik untuk masa depan, atau masih mempersiapkan mereka untuk masa lalu?
Pertanyaan ini menjadi landasan lahirnya konsep Future Ready Education, sebuah paradigma pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kompetensi masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter, moral, dan kemanusiaan.
Sejalan dengan konsep Future Ready Education, sebanyak lima guru bahasa Inggris dan satu kepala sekolah dari SMP MBS ZamZam Cilongok mengikuti kegiatan pengembangan profesional guru bertajuk "Cambridge Life Skills in Action: Bringing Language Learning and Life Skills Together in the Classroom"  yang digelar Cambridge University Press & Assessment, Selasa (28/7/2026). Acara berlangsung di Productive Meeting Room, Harris Hotel Solo.
Keenam perwakilan yang dikirim adalah Fachri Afifudin, S.Pd.; Erna Wahyu Wulandari, S.Pd.; Nurul Faizah, S.Pd.; Jamal Linggar Setiawan, S.Pd.; dan Sri Wahyuningsih, S.Pd.Gr., yang mewakili unsur guru bahasa Inggris, serta Evy Nurhidayati, S.Pd., yang hadir sebagai Kepala SMP MBS Zam-Zam Cilongok.
Kegiatan ini merupakan salah satu support yang diberikan oleh Cambridge University Press & Assessment untuk guru Bahasa Inggris, baik pemula maupun berpengalaman, agar mengeksplorasi bagaimana kurikulum Cambridge Global English dapat memadukan pengembangan bahasa dengan kecakapan hidup (lifeskill) peserta didik. Pemateri utama dari Regional Professional Learning & Development Specialist • Cambridge University Press & Assessment, Deborah Gordon. 
Acara berlangsung dalam tiga sesi: eksplorasi pendekatan pembelajaran Cambridge, penguatan praktik pembelajaran bahasa di kelas, serta refleksi dan penerapan kecakapan hidup (lifeskill) dalam pembelajaran sehari-hari. 
Selain sesi utama untuk guru, digelar pula sesi khusus bagi para kepala sekolah (leaders) yang menghadirkan narasumber dari Regional Manager South East Asia Pacific (SEAP) Cambridge International Education, Yusuf Seto Wibowo. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa para pemimpin di setiap era teknologi bukanlah orang paling berbakat, melainkan mereka yang berani melangkah lebih dulu, konsisten berlatih, dan berkarakter untuk mengajak orang lain maju bersama. Ia menegaskan kehadiran AI saat ini adalah momen bagi para pemimpin pendidikan untuk melakukan hal serupa, layaknya sebuah revolusi yang kali ini dapat dikenali sejak dini.
Kepala SMP MBS Zam-Zam Cilongok, Evy Nurhidayati, S.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolah dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen meningkatkan kompetensi guru dan menyiapkan penerapan konsep Future Ready Education.
"Kami siap menjadi guru yang menyiapkan peserta didik tidak hanya untuk siap ujian, namun untuk siap menghadapi masa depan," ujarnya. 
Future Ready Education bukan berarti sekolah harus dipenuhi perangkat teknologi canggih atau seluruh proses pembelajaran dilakukan secara digital. Hakikatnya jauh lebih mendasar, yaitu membangun ekosistem belajar yang membentuk peserta didik menjadi individu yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, mampu memecahkan masalah, serta memiliki karakter yang kuat.*** (pp/EN/HK)
</description>
					                </item></channel>
  	</rss>